PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SISWA SD LAB UNDIKSHA KELAS III SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019
(SEBUAH KARYA PENELITIAN)
I Putu Susila Darma
Sekolah Dasar Lab Undiksha
ABSTRAK
Penelitian ini
dilakukan melihat kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dan
fasilitas sekolah oleh guru serta hasil belajar Tematik yang belum
optimal di kelas III SD Lab
Undiksha. Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan rancang bangun media presentasi
pembelajaran;
2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan media presentasi pembelajaran; dan mengetahui efektivitas penggunaan media presentasi pembelajaran Tematik untuk siswa Kelas III SD
Lab Undiksha. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
pengembangan, dengan mengacu pada model ASSURE. Untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan media dilaksanakannya uji ahli
isi pembelajaran
Tematik, ahli desain, ahli media, uji
perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan
angket. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media
menggunakan pretest dan postest. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif
kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 94,28% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 97,77%
berada pada kualifikasi sangat baik.
Hasil evaluasi ahli media sebesar 94,11% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 97,03% berada
pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji
kelompok kecil 94,99% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 89,35% berada
pada kualifikasi baik. Penghitungan
hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,91 Harga t
tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih dari harga
t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian,
terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Tematik antara sebelum dan
sesudah menggunakan media presentasi pembelajaran yaitu rata-rata sebelum menggunakan
media (62,59) lebih rendah dibandingkan sesudah
menggunakan media (76,17).
Kata kunci: media pembelajaran, hasil
belajar
Abstract
This
research was conducted in order to check the lack of instructional media and
school's facilities utilization by the teacher, also the learning outcomes which
was below of minimum completeness criteria in 3th grade of SD Lab Undiksha. The
aims of the research were: 1) to describe instructional media blueprint; 2) to
describe the quality of the instructional media development; and 3) to know the
effectiveness of Thematic instructional presentation media usage for 3th Grade
student of SD Lab Undiksha. This research type was research and development,
that referred to ASSURE model. Expert judgement of instructional content,
design, and media, also individual, small group, and field testing was
conducted by using questionnaire in order to know the quality result of
instructional presentation media. In order to know the effectiveness of media
usage, pretest and posttest were administered. Obtained data were analyzed by
using qualitative descriptive, quantitative descriptive analysis, and
inferential statistical analysis. Instructional content evaluation result is
94.28%, in very good qualification. Design evaluation result is 97.77%, in very
good qualification. Media evaluation result is 94.11%, in good qualification.Individual
testing result is 97.03%, in very good qualification. Small group testing
result is 94.99%, in very good qualification. Field testing result is 89.35%,
in good qualification. Manual calculation of learning outcome obtained t
count=11.91. T table value with significance 5% is 2.000. So, t count value is
higher than t table, that makes H0 is refused and H1 is accepted. It can be
concluded that there is significant different of Thematic learning outcome before and after
using instructional presentation media which the mean before using media
(62.59) is lower than after using media (76.17).
Keywords: instructional media,
Thematic learning outcom
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan
sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, karena di sanalah tenaga kerja
dididik dan dilatih. Apabila ingin meningkatkan dan memperbaiki SDM maka harus
dilakukan pengembangan dan perbaikan dalam pendidikan. Lembaga pendidikan
yang bertanggungjawab atas peningkatan mutu pendidikan harus benar benar
menjalankan perannya dalam mengatasi permasalahan yang terjadi. Perbaikan pendidikan dalam mengupayakan kualitas sumber daya manusia
tersebut bisa diperbaiki dari proses pembelajaran yang efektif dan efisien
dengan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karateristik peserta didik.
Teknologi Pendidikan mempunyai fungsi dalam
proses pembelajaran, mengatasi
berbagai kesulitan dan mempermudah proses pembelajaran, sesuai dengan
karakteristik dan kondisi di mana teknologi tersebut diterapkan. Hal tersebut
sesuai dengan definisi yang dijabarkan oleh
Associaton for Educational Communication and Technology (AECT), “teknologi
pendidikan sebagai proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari
jalan pemecahan,melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah
yang menyangkut semua aspek belajar manusia” (dalam Syukur, 2005:15). Seperti
hal tersebut teknologi pendidikan mampu merekayasa proses pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi, seperti media berbantuan komputer yang populer saat
ini.
Penggunaan
media dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu solusi yang dapat
memudahkan guru dalam menyampaikan pesan/materi yang akan disampaikan oleh
siswa. Seperti halnya Ibrahim (dalam Tegeh, 2010:6) mengungkapkan “media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
(bahan ajar) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan pebelajar
(siswa) dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu”.
Namun, dalam kenyataannya masih terdapat guru belum
menggunakan media pembelajaran yang memanfaatkan kecanggihan
teknologi dalam
menunjang proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Guru belum mampu menyediakan dan membuat media dengan
berbantuan teknologi, padahal fasilitas cukup memadai di sekolah. Dampaknya, siswa
kurang antusias mengikuti pembelajaran, rendahnya pengetahuan dan pemahamanya yang masih kurang khususnya
pada pembelajaran Tematik.
Jika melihat permasalahan
tersebut dan kenyataan di lapangan, maka peneliti memberikan solusi penggunaan media presentasi pembelajaran dalam pembelajaran Tematik. Dengan hal tersebut di atas peneliti mencoba mengembangkan
media presentasi pembelajaran yang dibutuhkan SD Lab Undiksha, yang nantinya media presentasi yang berisikan pesan atau materi yang
akan disampaikan dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui
perangkat alat saji atau proyektor, biasanya materi yang disajikan berupa teks,
gambar, animasi dan video yang digabung dalam kesatuan yang utuh (Alkodri, 2012).
Dari pengertian tersebut dapat dijadikan acuan pengembangan media presnentasi diharapkan
dapat memecahkan masalah di SD Lab Undiksha yaitu media presentasi pembelajaran yang berisi
video dan gambar animasi
yang didalamnya merupakan materi dari sebuah buku yang dikemas dengan baik,
menarik perhatian siswa dan mampu memberikan pengatahuan serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan khusus mata
pelajaran Tematik.
Pengembangan media presentasi ini menggunakan model pengembangan produk
model ASSURE. Dimana dalam pembuatan media dengan model ASSURE terdiri dari
tahap menganalisis pembelajar, menyatakan standar dan tujuan, memilih strategi,
teknologi, media serta materi, menggunakan teknologi, media dan materi yang sudah dipilih, mengharuskan pasrtisipasi pembelajar dan
yang terakhir mengevaluasi dan merivisi
(Sharon, E. Smaldino, dkk, (2008:110).
Tahapan tahapan ini dilakukan sesacara sistematis sehingga nantinya media ini lebih layak
digunakan dan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dalam penelitian ini dicoba untuk
melakukan penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Media Presentasi Pembelajaran
Tematik pada Siswa SD Lab Undiksha Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Kelas
III Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019”.
Rumusan
masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah rancang bangun pengembangan media
presentasi pembelajaran Tematik pada siswa SD Lab Undiksha?; (2) Bagaimanakah kualitas hasil
pengembangan media presentasi pembelajaran Tematik pada siswa SD Lab Undiksha,
menurut expert judgement ahli, uji
coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan? dan 3) Bagaimanakah efektifitas
penggunaan media presentasi pembelajaran Tematik pada siswa SD Lab Undiksha?
Berdasarkan rumusan masalah, adapun tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media
presentasi pembelajaran Tematik pada siswa SD Lab Undiksha; (2) Mendeskripsikan kualitias hasil
pengembangan media presentasi pembelajaran Tematik pada siswa SD Lab Undiksha,
menurut expert judgement ahli, uji
coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, dan 3) Mengetahui efektifitas penggunaan media presentasi pembelajaran
Tematik pada siswa SD Lab Undiksha.
METODE
Model yang digunakan dalam
penelitian pengembangan media presentasi pembelajaran Tematik untuk siswa SD
Lab Undiksha kelas III semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 adalah model ASSURE. Model ASSURE terdiri
dari 6 tahap yaitu: Model ASSURE terdiri dari 6 tahap yaitu (1) menganalisis
pembelajar, (2) menyatakan standar dan tujuan, (3) memilih strategi, teknologi,
media dan materi, (4) menggunakan teknologi, media dan materi, (5) mengharuskan
partisipasi pembelajar,(6) mengevaluasi dan merevisi. Menurut Salma (2008:48) manfaat model ASSURE, yaitu: 1) Sederhana,
relatif mudah untuk diterapkan. 2) Karena sederhana, maka dapat dikembangkan
sendiri oleh pengajar. 3) Komponen KBM lengkap. 4) Peserta didik dapat
dilibatkan dalam persiapan KBM.
Penelitian ini menggunakan tiga
metode pengumpulan data untuk menjawab permasalahan mengenai rancang bangun
pengembangan media presentasi,
kualitas hasil pengembangan media
presentasi pembelajaran, dan efektivitas penggunaan media presentasi pembelajaran
terhadap hasil belajar siswa. Pada
penelitian pengembangan ini menggunakan metode pencatatan dokumen. Menurut
Agung (2012) metode pencatatan dokumen adalah metode pengumpulan data dengan
cara mengumpulkan segala macam dokumen dan melakukan pencatatan secara sistematis.
Pada penelitian ini pencatatan
dokumen dilakukan dengan membuat laporan tentang tahap-tahap yang telah
dilakukan dalam mengembangkan produk media
presentasi pembelajaran. Pada penelitian ini, metode
pencatatan dokumen menggunakan instrumen pengumpulan data berupa agenda kerja.Hasil
dari agenda kerja adalah laporan
pengembangan produk. Metode
kuesioner digunakan untuk mengukur kualitas media presentasi pembelajaran.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar kuesioner (angket). Instrumen yang digunakan antara
lain instrumen untuk uji ahli isi mata pelajaran, uji ahli
desain pembelajaran, uji ahli
media pembelajaran, instrumen untuk uji coba perorangan, uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan.
Metode tes digunakan untuk
mengukur efektivitas penggunaan media
presentasi pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang
digunakan berupa lembar soal. Lembar soal yang digunakan berupa soal objektif.
Sebelum pembuatan instrumen, dibuat terlebih dahulu kisi-kisi instrumen
pengumpulan data
Dalam penelitian pengembangan
ini, terdapat 3 sumber data sesuai dengan metode pengumpulan data yaitu 1)
metode pencatatan, sumber datanya berupa agenda kerja yang hasilnya laporan
pengembangan produk. 2) metode kuesioner, sumber datanya berupa lembar kuesioner (angket), instrumen untuk uji ahli isi mata pelajaran, uji ahli desain pembelajaran,
uji ahli media pembelajaran, instrumen untuk uji
coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan dan 3) Metode
Tes, sumber datanya berupa lembar soal yang digunakan berupa soal objektif
untuk pre-test dan post-test.
Dalam penelitian pengembangan ini
digunakan tiga teknik analisis data yaitu 1) analisis deskriptif kualitatif,
Teknik analisis data ini dilakukan dengan mengelompokkan informasi dari data
kualitatif yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang
terdapat pada angket. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merevisi
produk yang dikembangkan. 2) analisis statistik deskriptif kuantitatif adalah
“suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun secara
sistematis dalam bentuk angka-angka atau persentase, megenai suatu objek yang
diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan umum” (Agung, 2012:67).
Dalam penelitian ini, analisis
deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui
angket dalam bentuk skor dan
3) analisis statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk
menganalisis data sampel dan hasilnya akan diinferensikan kepada populasi
dimana sampel itu diambil (Koyan, 2012:4). Data uji coba kelompok sasaran
dikumpulkan dengan menggunakan pre-test dan
post-test terhadap materi pokok yang
diuji cobakan.
Hasil pre-test dan post-test kemudian
dianalisis menggunakan uji t untuk
mengetahui perbedan antara hasil pre-test
dan post-test. Pengujian
hipotesis digunakan uji t berkorelasi dengan hasil dengan penghitungan manual.
Sebelum melakukan uji hipotesis (uji t berkorelasi) dilakukan uji prasyarat
(normalitas dan homogenitas).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rancang bangun media presentasi pembelajaran
ini telah dikembangkan terdiri dari melakukan analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Proses pengembangan media presentasi ini telah
dikembangkan melalui beberapa tahapan sesuai dengan
model pengembangan yang digunakan, yaitu model ASSURE. Tahapan-tahapan dari
model ASSURE yaitu (1) Tahap
Menganalisis Pembelajar,dimana media pembelajaran yang
akan digunakan secara baik disesuaikan dengan ciri-ciri belajar, isi dari
pelajaran yang akan dibuatkan medianya, media dan bahan pelajaran itu sendiri. Tahap
pertama ini ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pembelajar meliputi:
1) karakteristik umum, 2) kompetensi dasar spesifik (pengetahuan, kemampuan,
dan sikap tentang topik), dan 3) gaya belajar. (2) Tahap Menyatakan Standar dan
Tujuan, tahap yang kedua akan
dilanjutkan dengan menyatakan standar dan tujuan pembelajaran yang spesifik
mungkin. Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari kurikulum atau silabus,
keterangan dari buku teks, atau dirumuskan sendiri oleh perancang pembelajaran. Tujuan pembelajaran dengan
beberapa tahapan/pokok-pokok perencanan nantinya dapat
mempermudah dalam proses perencanaan mulai dari penentuan materi dan
bahan-bahan lainnya guna pembuatan media presentasi pembelajaran. (3) Tahap Memilih Strategi,
Teknologi, Media dan Materi. Tahap
ketiga dilanjutkan memilih strategi, teknologi, media dan materi. Kegiatan
pemilihan strategi, mengumpulan bahan/materi bahan ajar, pembuatan
gambar-gambar ilustrasi, video, pengetikan, dalam pengembangan media dengan
menggunakan teknologi yang memadai/terdapat di sekolah penelitian, disajikan
satu kesatuan yang utuh, sehingga membentuk media presentasi pembelajaran. (4) Tahap Menggunakan
Teknologi, Media dan Material. Penggunaan
media pada tahap ini media yang dikembangkan ditujukan kepada guru dan
diterapkan kepada siswa dalam proses pembelajaran untuk mengetahui pengaruh
pengembangan media presentasi pembelajaran yang meliputi kualitas media, keefektifan media, dan efisiensi pembelajaran
SD Lab Undiksha. Dalam tahap ini
melibatkan guru dalam menggunakan teknologi, media dan materi. Hal yang harus
dilakukan terlebih dahulu adalah pratinjau teknologi, media dan materi, dimana
melihat ketiga komponen tersebut ada dan
layak digunakan. Salah satu yang sangat harus
diperhatikan dalam penelitian ini yaitu kualitas dari media tersebut, sebelum
dipersiapkan/digunakan media harus diuji oleh para ahli yaitu ahli isi, desain,
dan media, sehingga mengetahui kelayakan/kualitas media untuk diberikan kepada
siswa, baru media tersebut dapat disiapakan/digunakan oleh guru dan untuk
siswa.
Setelah itu menyiapkan teknologi,
media dan materi, berupa LCD, media presentasi, dan materi yang akan diajarkan
sehingga guru siap dalam memberikan materi ajar. Adapun hal yang perlu disiapkan
yaitu menyiapkan lingkungan, dimana saat penggunaan media presentasi
pembelajaran ini digunakan oleh guru, ruangan yang dipakai adalah ruang kelas ataupun ruang
perpustakaan yang memiliki fasilitas tenaga
listrik, akses terhadap sakelar lampu. Selanjutnya menyiapkan pemelajar, yang
juga penting dilaksanakan agar siswa siap mengikuti pembelajaran dengan baik.
Dan yang terakhir menyediakan pengalaman belajar dimana pembelajaran berpusat
pada guru, guru harus mampu menggunakan media
dengan baik dan mengajak
siswa meberikan umpan balik dari materi yang terdapat pada media presentasi sehingga
pembelajaran bisa dilaksanakan sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
Tahap ke lima yaitu keterlibatan
siswa secara aktif menunjukkan apakah media yang digunakan efektif atau tidak.
Pembelajaran harus didesain agar membuat aktivitas yang memungkinkan siswa
menerapkan pengetahuan atau kemampuan baru dan menerima umpan balik mengenai
kesesuaian usaha mereka sebelum dan sesudah pembelajaran. Sehingga dapat
mengetahui pengaruh media terhadap kualitas pembelajaran yang meliputi
keefektifan, kemenarikan, dan efisiensi pembelajaran. (6) Tahap Evaluasi dan Revisi, proses evaluasi dilakukan
untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang kualitas dan keefektifan sebuah
pembelajaran. Tahap terakhir adalah melakukan Tahap ini adalah melakukan evaluasi (evaluation) yang pertama dilakukan mengumpulkan data pada
setiap tahapan yang digunakan untuk memperbaiki produk pengembangan yaitu data dari expert judgement ahli, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji
lapangan. Setelah mendapat data tersebut akan diolah untuk dapat melakukan
revisi. Evaluasi kedua dilakukan pretest dan postest
yaitu sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media presentasi siswa akan
diberikan test untuk mengetahui pengaruh media
terhadap hasil belajar peserta didik. Sehingga kualitas dan keefektifan media presentasi
pembelajaran yang dikembangkan dapat diketahui.
Berdasarkan hasil
evaluasi dari ahli isi, terungkap bahwa sebagian besar penilaian terhadap
komponen-komponen media presentasi pembelajaran terbesar pada skor 5 (sangat
baik) dan 4 (baik). Kualitas media ditinjau dari isi materi pembelajaran
termasuk kriteria sangat baik dengan
presentase tingkat pencapaian 94,28%. sehingga isi/konten media presentasi pembelajaran ini tidak perlu
direvisi. Kualitas media ditinjau dari isi materi pembelajaran termasuk
kreteria sangat baik karena dilihat dari (1) kebenaran materi sesuai dengan tema, (2) ketepatan materi sesuai dengan indikator dan
tujuan,
(3) kejelasan penyajian
materi
(4) materinya mudah dipahami,
(5) materinya up-to-date,
(6) materinya menggambarkan
kehidupan nyata, (7) memberikan sumber lain untuk belajar. Media presentasi pembelajaran ini termasuk kriteria sangat baik karena
materi yang disampaikan jelas dengan berisikan contoh contoh, sehingga mudah
disampaikan dan memberikan pemahaman kepada sisiwa. Atas dasar penilaian dari
ahli isi, maka media presentasi pembelajaran dapat membantu guru menyampaikan
materi pembelajaran, meningkatkan keantusiasan siswa dalam belajar, serta
memfasilitasi siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tujuan
pembelajaran.
Hasil uji coba
ahli desain pembelajaran, persentase
tingkat pencapaian media presentasi
pembelajaran Tematik
memperoleh nilai sebesar 97,77% dengan kualifikasi
sangat baik. Media pembelajaran ini dikatakan sangat baik karena dilihat dari (1) kejelasan tujuan dengan KI, KD, dan indikator,
(2) kejelasan penyampaian
materi,
(3) kesesuaian materi dengan
tujuan,
(4) kemenarikan penyampaian
materi,
(5) adanya evaluasi untuk
mengukur kemampuan siswa, (6) kesesuaian evaluasi dengan indikator, (7) kejelasan petunjuk pada evaluasi,
(8) adanya contoh-contoh
dalam penyajian materi, (9) kesesuaian desain sampul dan label CD dengan tema. Salah satu yang dapat dijabarkan adalah adanya
contoh-contoh dalam penyajian materi dimana media sudah terdapatnya contoh
gambar-gambar cara menghargai jasa para pahlawan. Sesuai dengan pendapat Sutopo
(2003:9) secara umum image/grafik
berarti still image seperti foto dan
gambar. Manusia sangat berorientasi pada visual (visual oriented) dan gambar merupakan sarana yang sangat baik untuk
menyajikan informasi. Atas dasar penilaian dari ahli desain dan teori di atas,
maka media presentasi pembelajaran sangat baik dalam membantu guru menyampaikan
materi pembelajaran dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa.
Uji coba produk kepada ahli media
pembelajaran ditujukan untuk mengetahui kelayakan produk dilihat dari segi
media pembelajaran. Jumlah responden pada uji coba ahli media sebanyak 1 orang.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa lembar kuesioner (angket). Presentase
tingkat pencapaian dari ahli media pembelajaran untuk media presentasi pembelajaran memperoleh nilai sebesar 94,11% dengan
kualifikasi sangat baik. Media pembelajaran ini dikatakan baik karena dilihat dari
(1) kemudahan menggunakan
media,
(2) kualitas tampilan,
(3) keterbacaan tampilan
media,
(4) kualitas
pendokumentasian, (5) konsistensi dengan tema, (6) kejelasan petunjuk penggunaan, (7) ketepatan penggunaan huruf, (8) ketepatan penggunaan gambar, (9) Ketepatan penggunaan grafik/image, (10) ketepatan penggunaan komposisi warna,
(11) ketepatan penggunaan
animasi,
(12) ketepatan penggunaan
musik,
(13) ketepatan penggunaan sound effect, (14)
kejelasan petunjuk soal,
(15) ketepatan penggunaan
narasi,
(16) ketepatan penggunaan
video,
(17) Kesesuaian pemberian
contoh dengan tujuan. Salah satu yang dapat
dijabarkan adalah ketepatan penggunaan video yang merupakan salah satu aspek
multimedia yang harus jelas dan dapat dilihat secara baik oleh audien sehingga
tidak menimbulkan salah tafsir. Menurut Angela & Cheung (dalam Suditha
& Tegeh, 2009:81) keuntungan menggunakan video adalah dapat menunjukkan
situasi yang nyata kepada siswa sehingga siswa dapat melihat gambar dengan
baik. Atas dasar penilaian dari ahli media, dan teori di atas maka media
presentasi pembelajaran dapat membantu guru menyampaikan materi pembelajaran
dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa.
Uji coba perorangan adalah uji coba pertama
yang dilakukan pada saat uji coba ke siswa. Responden
pada uji coba perorangan adalah siswa kelas III SD Lab
Undiksha. Responden pada uji coba perorangan yaitu
1 siswa berprestasi belajar tinggi, 1 siswa berprestasi belajar sedang, dan 1
siswa berprestasi belajar rendah. Dari analisis data dan analisis komentar yang
diberikan responden saat uji coba perorangan, untuk penilaian diperoleh persentase
sebesar 97,03% dan
berada pada kualifikasi sangat baik. Uji coba yang kedua adalah uji coba kelompok
kecil. Uji coba kelompok kecil dilakukan kepada 12 orang siswa kelas III SD Lab Undiksha
dengan 4 orang siswa berkemampuan tinggi, 4 orang siswa
berkemampuan sedang dan 4 orang siswa berkemampuan rendah. Dari data
yang diperoleh, persentase tingkat pencapaian media presentasi pembelajaran pada saat uji coba kelompok kecil memperoleh
nilai sebesar 94,99% dan
berada pada kualifikasi sangat baik.
Setelah melaksanakan uji kelompok kecil,
selanjutnya uji lapangan dimana siswa diberikan lembar kuesioner diberikan
kepada 29 orang siswa kelas III untuk melasanakan uji coba lapangan seluruh
siswa kelas III SD Lab Undiksha. Dari data yang diperoleh, persentase tingkat
pencapaian media presentasi pembelajaran pada saat uji coba lapangan memperoleh
nilai sebesar 89,35% dan berada pada kualifikasi baik.
Media
pembelajaran ini dikatakan sangat baik dari penilaian uji perorangan dan
kelompok kecil, dan lapangan karena dilihat dari (1) memotivasi peserta didik untuk belajar, (2) kejelasan penyajian materi pelajaran, (3) kemudahan memahami
materi yang disajikan, (4) kejelasan contoh yang diberikan dengan materi, (5) kualitas gambar yang ditampilkan,
(6) kualitas teks yang
digunakan, (7) kejelasan teks yang digunakan dalam penyampaian materi,
(8) kesesuaian soal-soal
evaluasi dengan tujuan pembelajaran, (9) kemenarikan media. Atas dasar
penilaian dari uji perorangan, kelompok kecil dan lapangan, maka media
presentasi pembelajaran dapat meningkatkan keantusiasan siswa dalam belajar,
memberikan rasa senang dalam belajar serta memfasilitasi siswa untuk
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tujuan pembelajaran..
Media ini dapat
dikatakan membantu guru dalam pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa,
memberikan pengetahuan dan pemahaman karena terdapat contoh bergambar dan
dilengkapi dengan video yang sesuai dengan materi sehingga siswa mudah memahami
materi yang diajarkan dengan menyimak contoh yang terdapat dalam media
presentasi pembelajaran. Hal ini juga dapat dilihat dari komentar para siswa
dalam uji coba perorangan, kelompok kecil dan lapangan yang lebih banyak
mengemukakan keunggulan media. Atas dasar penilaian dari uji coba dan
komentarnya, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan
dapat dipakai dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.
Efektivitas produk penelitian pengembangan
dalam penelitian ini di ukur dengan melakukan tahap pretest dan posttest.
Pada tahap ini menggunakan seluruh siswa kelas III SD Lab Undiksha. Sebelum
menerapkan media presentasi pembelajaran Tematik, peneliti melakukan pretest terhadap seluruh siswa kelas III
SD Lab Undiksha yang berjumlah 29 siswa. Selanjutnya diteruskan melakukan posttest
terhadap 29 siswa setelah siswa mendapat pembelajaran menggunakan media
presentasi pembelajaran.
Rata-rata nilai pretest adalah 62,59 dan
rata-rata nilai posttest adalah 76,17. Setelah dilakukan penghitungan
secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,91. Kemudian harga t hitung dibandingkan dengan harga t pada
tabel dengan db = n1 + n2 – 2 = 29 + 29 – 2 = 56. Harga t tabel untuk db 56 dan
dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) adalah 2,000. Dengan demikian, harga t
hitung yaitu 11,91 lebih besar daripada harga t tabel, sehingga H0 ditolak dan
H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu
Pengetahuan Sosial siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media
presentasi.
Dilihat dari konversi hasil belajar di
kelas III SD Lab Undiksha, nilai rata-rata posttest
peserta didik 76,17 berada pada
kualifikasi baik, dan berada di atas
nilai KKM mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebesar 70. Melihat nilai
rerata atau mean posttest yang lebih
besar dari nilai rerata atau mean pretest,
dapat dikatakan bahwa media presentasi pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial efektif digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar
Tematik siswa SD Lab Undiksha. Hal ini dikarenakan penggunaan media presentasi
pembelajaran yang didukung dengan berbagai komponen mulimedia agar dapat
menampilkan tulisan (teks), gambar bergerak, audio (suara) dan video) sehingga
siswa senang dalam belajar dengan kata lain memberikan menarik perhatian siswa/keantusiasan siswa dalam belajar,
memberikan pengetahuan, dan pemahaman siswa, yang dapat dilihat dari hasil
belajar siswa yang meningkat.
Hal
tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Ni Md. Putri Widya
Astuti Jurusan PGSD FIP Undiksha yang berjudul “Pengaruh Strategi Concept Mapping Berbantuan Media Presentasi
Pembelajaran Terhadap Pemahaman Konsep IPA siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Desa
Lelateng”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat
disimpulkan sebagai berikut. (1) tes pemahaman konsep IPA siswa kelompok
kontrol yang mengikuti pembelajaran Strategi pembelajaran langsung berada pada
kategori sedang. (2) tes pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang
mengikuti strategi pembelajaran concept mapping berbantuan media
presentasi pembelajaran berada pada kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan
tes pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti
strategi pembelajaran concept mapping berbantuan media presentasi
pembelajaran dengan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran
langsung.
Dengan demikian, melihat hasil
penelitian pengembangan media presentasi pembelajaran yang telah dilaksanakan
dan penilitan yang dilaksanakan oleh Ni Md. Putri Widya Astuti bahwa dapat
disimpulkan pembelajaran menggunakan media presentasi pembelajaran efektif
digunakan dalam proses pembelajaran
SIMPULAN DAN
SARAN
Berdasarkan rumusan masalah, hasil
analisis data dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat diambil simpulan
sebagai berikut. Rancang bangun media presentasi pembelajaran mengacu pada
model ASSURE. Rancang bangun media ini dilakukan dengan metode pencatatan
dokumen. Pencatatan dokumen dilakukan dengan prosedur pengembangan. Sebelum
pembuatan media presentasi pembelajaran terlebih dahulu dirancang flowchart dan seterusnya dibuat rancangan storyboard, storyboard yang menampilkan rancang bangun produk, rancang bangun tersebut dikembangkan
sehingga menghasilkan bahan ajar sesuai analisis kebutuhan dan kompetensi yang diharapkan.
Komponen bahan ajar disusun secara sistematis, media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dirancang berisi video dan gambar animasi yang didalamnya
merupakan materi dari sebuah buku yang dikemas dengan baik, menarik perhatian
siswa dan mampu memberikan pengatahuan serta pemahaman terhadap materi yang
disampaikan.
Presentase penilaian media presentasi pembelajaran dari ahli isi mata
pelajaran adalah 94,28%. Presentase ini, jika dikonversikan dengan tabel koversi PAP skala 5 berada
pada kualifikasi sangat baik,
sehingga isi/konten media presentasi pembelajaran ini tidak perlu direvisi.
Hanya saja, demi penyempurnaan produk yang dikembangkan, ahli isi mata
pelajaran memberikan saran, komentar untuk menambahkan pembelajaran dekat dengan lingkungan sekolah sehingga membelajaran lebih kontekstual.
Presnetase pencapaian media presentasi pembelajaran adalah 97,77%. Presentase ini, jika
dikonversikan dengan tabel konversi PAP sekala 5 berada pada kualifikasi sangat baik, sehingga desain media
presentasi pembelajaran ini tidak perlu direvisi. Karena ahli desain tidak
memberikan masukan, saran dan komentar sehingga media presentasi pembelajaran
dari segi desain tidak melakukan perbaikan.
Presentasi penilaian produk dari ahli media adalah 94,11%. Presentasi ini, jika dikonversikan dengan tabel PAP skala 5 berada pada
kualifikasi sangat baik,
sehingga presentasi pembelajaran ini tidak perlu direvisi. Untuk penyempurnaan
produk pengembangan ini, ahli media pembelajaran memberikan beberapa saran dan
komentar yaitu tujuan no 4 diperbaiki menjadi menyebutkan contoh.
Setelah diperoleh hasil uji coba perorangan, selanjutnya hasil tersebut
dikoversikan dengan tabel konversi PAP (Patokan Acuan Penilaian) rerata
persentase tingkat pencapaian uji coba perorangan sebesar 97,03% berada dikualifikasi sangat baik. Tidak terdapat perbaikan
media dalam uji perorangan karena hanya terdapat masukan dari siswa.
Presentase yang diperoleh dalam uji kelompok kecil sebesar 94,99% berada pada kualifikasi
sangat baik, sehingga media
presentasi pembelajaran Tematik tidak perlu direvisi. Presentase pencapaian
media presentasi pembelajaran adalah 89,35%,
ini berarti media presentasi berada pada katagori baik, sehingga media presentasi pembelajaran yang dikembangkan
tidak perlu direvisi.
Uji Efektivitas dilakukan untuk
mengetahui tingkat keefektivan
produk terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas III SD
Lab Undiksha. Pada tahap ini menggunakan seluruh siswa kelas III SD Lab
Undiksha. Sebelum
menerapkan media presentasi pembelajaran Tematik, peneliti melakukan pretest terhadap seluruh siswa kelas III
SD Lab Undiksha yang berjumlah 29 siswa. Selanjutnya diteruskan melakukan posttest
terhadap 29 siswa setelah siswa mendapat pembelajaran menggunakan media
presentasi. Rata-rata nilai pretest
adalah 62,59 dan rata-rata nilai posttest adalah 76,17. Setelah dilakukan penghitungan secara manual diperoleh hasil
t hitung sebesar 11,91. Kemudian
harga t hitung dibandingkan dengan harga t pada tabel dengan db = n1 + n2 – 2 =
29 + 29 – 2 = 56. Harga t tabel untuk db 58 dan dengan taraf
signifikansi 5% (α = 0,05) adalah 2,000. Dengan demikian, harga t hitung yaitu 11, 91 lebih besar daripada harga t tabel sehingga
H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan
hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa antara sebelum dan sesudah
menggunakan media presentasi pembelajaran.
Dilihat dari konversi hasil belajar di
kelas III SD Lab Undiksha, nilai rata-rata posttest
peserta didik 76,17 berada pada
kualifikasi baik, dan berada di atas
nilai KKM. Melihat nilai rerata atau mean posttest
yang lebih besar dari nilai rerata atau mean pretest, dapat dikatakan bahwa media presentasi pembelajaran efektif
digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD Lab Undiksha.
Saran disampaikan
bagi siswa agar Media Presentasi Pembelajaran Tematik lebih giat dalam memanfaatkan media-media pembelajaran yang inovatif dan
dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang efektif, efisien, menyenangkan,
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta dapat memberikan pembelajaran
yang lebih bervariasi dari sebelumnya, sehingga mampu membangun motivasi dan
meningkatan hasil belajar.
Saran bagi guru
penggunaan media pembelajaran, metode yang bervariasi perlu lebih ditingkatkan
lagi oleh guru, guru berperan aktif melahirkan media pembelajaran yang menarik
sesuai perkembangan zaman bagi siswa-siswanya, sehingga dapat memotivasi dan
tercapainya tujuan pembelajaran. Dan saran bagi kepala sekolah, di era
perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan canggih, sekiranya
sekolah sebagai tempat pendidikan dan penyaluran informasi/ pengetahuan
disarankan kepada kepala sekolah agar dapat memberikan motivasi kepada guru
untuk menggunakan media dan metode yang membangun motivasi siswa dalam belajar
sehingga terwujudnya proses pembelajaran efektif dan efisien, sehingga aspek
kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dapat berkembang, serta penyediaan
sarana prasarana yang lebih dioptimalkan. Sedangkan untuk peneliti lain, penelitian pengembangan media presentasi
pembelajaran
Tematik yang mengacu pada model ASSURE yang mampu memberikan
peningkatan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa, disarankan kepada peneliti
lain melakukan penelitian eksperimen atau penelitian pengembangan yang sejenis
pada mata pelajaran yang berbeda. Sehingga mampu melihat keefektifan media
pembelajaran pada mata pelajaran yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Agung. A.A. G.. 2012. Metodologi
Penelitian. Singaraja: Undiksha Singaraja.
Alkodri.2012.Media Pembelajaran.Media Presentasi dan Media Video.
Tersedia pada: http://tihurialkodri.
blogspot.com/2012/06/media-presentasi-dan-media-video.html. (diakses
tanggal 10 Januari 2014).
Sharon E. S. at all. (Ed). 2011. Teknologi
Pembelajaran dan Media untuk Belajar.Terjemahan Arif Rahman. Instructional Technology & Media For
Learning. Edisi ke-9. 2008. Jakarta: Kencana.
Sudatha, I G. W. dan I M. Tegeh. 2009. Desain Multimedia Pembelajaran. Singaraja: Universitas Pendidikan
Ganesha.
Sutopo, A H. 2003. Multimedia
Interaktif dengan Flash. Yogyakarta:Graha Ilmu.
Koyan, I
W. Statistik Pendidikan. Singaraja:
Universitas Pendidikan Ganesha Press.
Salma, D. P. 2007. Prinsip Desain
Pembelajaran. Jakarta:Kencana
Syukur, Fatah. 2005. Teknologi Pendidikan. Semarang: RaSAIL
Tegeh, I M. 2010. Media Pembelajaran.
Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
Komentar
Posting Komentar
Jernih Berkomentar